Munas THL Dorong Pemerintah Daerah Melaksanakan UU SP3K No.16 Tahun 2006
Makassar-- Tenaga Harian Lepas ini yang telah dibentuk oleh pemerintah
pusat kini membentuk salah satu organisasi besar yang berjumlah 24.608 orang sehingga hubungan pada THL ini membentuk suatu organisasi besar berskala nasional.
Organisasi THL terbentuk secara solidaritas yang memiliki harkat dan martabat yang sama dalam melakukan tugas dan fungsinya terhadap masyarakat petani indonesia, dalam menyongsong peningkatan SDM para petani sehingga menciptakan kualitas tani yang cukup baik.
Hal ini dijelaskan Ketua Pelaksana Musyawarah Nasional (MUNAS) Dedy Alfian yang didampingi Alidin, Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Serta Abl.Gafar Koordinator Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Kota Makassar. Saat melakukan PressConf di Warkop Dg.Sija Panakukang, Senin (26/7).
"Perlu diketahui bahwa penyuluh pertanian PNS berjumlah 27.922 orang ditambah Tenaga Harian Lepas(THL) Tenaga Bantu penyuluh pertanian(THL-TBPP) yang berjumlah 24.608 orang sehingga jumlah penyuluh pertaniaan yang ada saat ini sebanyak 52.530 orang," ucapnya. Berdasarkan data Departemen Dalam Negeri (DEPDAGRI),Tahun 2009
terdapat 74.683 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Bila dikaitkan dengan program satu desa satu penyuluh maka Indonesia masih kekurangan 22.153 orang penyuluh pertanian. Dikatakan bahwa dalam Munas yang akan diselenggarakan nantinya berbagai kegiatan yang akan dilakukan dan Munas juga akan dihadiri oleh Menteri Pertanian, Anggota DPR RI, serta para pejabat pada berbagai Provinsi dan daerah Sulsel pada Khususnya dan Pejabat Provinsi di luar Provinsi Sulsel. Ditempat
yang sama Ketua Forum Komunikas Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Dedy Alfian mengakui Kondisi tersebut maka dibutuhkan kesepakatan dari berbagai pihak bahwa Negara memiliki kewajiban meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga pemerintah perlu meningkatkan kapasitas dan kualitas serta menambah
jumlah penyuluh pertanian. Lebih jauh Dedi menerangkan, pada titik inilah THL dan TBPP seluruh Indonesia Melaksanakan MUNAS Yang kedua II di tahun 2010 yang dilaksanakan di Makassar dengan harapan:
1.Terwujudnya organisasi FK THL-TBPP Nasional yang kuat dan mampu menjadi wadah bersama THL-TBPP seluruh Indonesia mencapai tujuan.
2.Memberikan dorongan pemerintah untuk mempercepat terbitnya payung hukum sebagai landasan pengangkatan THL-TBPP menjadi CPNS penyuluh pertanian.
3.Memberikan masukan bagi pemerintah agar pengelolaan tenaga penyuluh pertanian kembali dilakukan secara terpusat agar penyuluh pertanian tidak lagi dialihkan ke sektor lain di luar tugas pokok dan fungsinya seperti yang terjadi selama ini.
4.Mendorong pemerintah agar meningkatkan anggaran penyuluhan pertanian yang dapat di alokasikan dari 20 persen dana pendidikan nasional karena kegiatan penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal.
5.Mendorong pemerintah daerah agar segera membentuk kelembagaan penyuluhan pertanian di daerahnya sesuai amanat Undang-undang No.16
tentang sistem penyuluhan pertanian,perikanan dan kehutanan Tahun 2006. Organisasi THL-TBPP dalam munas ini pihaknya sangat berharap agar dapat menyatukan persepsi pihak-pihak yang terkait baik dari DPR RI,
Kementerian,agar segera mengambil langkah-langkah konkrit bagi
terbitnya peraturan pemerintah sebagai dasar hukum bagi peningkatan
status THL-TBPP menjadi PNS agar proses regenerasi penyuluh pertanian
dapat diwujudkan.
Dalam Munas ini berperan sebagai moderator Ir.Mulyono Machmur,MS Ketua Umum PERHITANI Pusat. "THL-TBPP Sulawesi selatan merupakan perwakilan provinsi sulawesi selatan sebagai perwakilan Indonesia, Munas yang diselenggarakan di Makassar ini adalah Munas yang kedua dan yang pertama diselenggarakan di Jogyakarta,"
tambah Dedy Alfian Ketua Forum Komunikasi THL-TBPP.