Jumat, 05 November 2010

hadi warko wants to chat

I've been using Google Talk and thought you might like to try it out.
We can use it to call each other for free over the internet. Here's an
invitation to download Google Talk. Give it a try!

-----------------------------------------------------------------------

hadi warko wants to stay in better touch using some of Google's coolest new
products.

If you already have Gmail or Google Talk, visit:
http://mail.google.com/mail/b-3fd135994e-f6f5e5b9f5-6Dwop2ta-mGLmeLNWI0jtFbXqaU
You'll need to click this link to be able to chat with hadi warko.

To get Gmail - a free email account from Google with over 2,800 megabytes of
storage - and chat with hadi warko, visit:
http://mail.google.com/mail/a-3fd135994e-f6f5e5b9f5-6Dwop2ta-mGLmeLNWI0jtFbXqaU

Gmail offers:
- Instant messaging right inside Gmail
- Powerful spam protection
- Built-in search for finding your messages and a helpful way of organizing
emails into "conversations"
- No pop-up ads or untargeted banners - just text ads and related information
that are relevant to the content of your messages

All this, and its yours for free. But wait, there's more! By opening a Gmail
account, you also get access to Google Talk, Google's instant messaging
service:

http://www.google.com/talk/

Google Talk offers:
- Web-based chat that you can use anywhere, without a download
- A contact list that's synchronized with your Gmail account
- Free, high quality PC-to-PC voice calls when you download the Google Talk
client

We're working hard to add new features and make improvements, so we might also
ask for your comments and suggestions periodically. We appreciate your help in
making our products even better!

Thanks,
The Google Team

To learn more about Gmail and Google Talk, visit:
http://mail.google.com/mail/help/about.html
http://www.google.com/talk/about.html

(If clicking the URLs in this message does not work, copy and paste them into
the address bar of your browser).

Rabu, 04 Agustus 2010


PISANG ANEH.....AJAIB

PATI JUWANA .Sebuah pohon pisang milik suparwi warga desa tluwah,
juwana, pati didapati tumbuh secara tak lazim. Meski bertandan satu,
pisang tersebut memiliki empat jenis buah dalam satu tandan.

Karena keanehannya, pohon pisang kluthuk yang terletak di belakang
rumah suparwi itu kini menjadi tontonan warga sekitar. hampir setiap
hari, warga berdatangan untuk melihat langsung keganjilan pada pohon
tersebut.

Sepintas, pohon pisang ini memang seperti pisang lainnya. Namun jika
dicermati secara teliti, pohon ini ternyata memiliki empat jenis buah
pisang dalam satu tandan, yakni pisang kluthuk sendiri, pisang pipit,
putri dan yang paling atas adalah pisang raja.

Menurut kuswanto, saksi mata yang pertama melihat, semula dia hendak
membeli pisang yang hampir masak tersebut. Namun betapa kagetnya dia
mengetahui pisang tersebut beraneka macam jenisnya.

Pohon pisang aneh milik suparwi baru berbuah dua minggu yang lalu.
Melihat usianya masih 10 hari, diperkirakan ukurannya akan terus
bertambah. Karena keanehannya itu, pemilik pohon mengaku belum berniat
menjualnya.Suasana sekitar kebun pohon pisang tersebut pohon pisang
tersebut jadi tontonan warga buah pisang empat jenis bertandang satu
anak sekolah yang berdatangan melihat.

Selasa, 03 Agustus 2010

ulang tahun kelompok tani morodadi

 
Posted by Picasa

PENGUMUMAN BAGI THL-TBPP ANGKATAN I

PENGUMUMAN BAGI THL-TBPP ANGKATAN I
NOMOR : 479/SM.610/J/7/2010


Berdasarkan surat pengesahan DIPA TA.2010 Nomor: 0069/018-10.1/-/2010
tanggal 15 Juli, dan Keputusan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian
Nomor: 102/KPA/J/7/10 tentang Penetapan Honorarium Serta Biaya
Operasional Materi Penyuluhan, Percontohan dan Bantuan Transport bagi
THL-TBPP Tahun 2010 angkatan I, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai
berikut :

1. THL-TBPP angkatan I dikontrak terhitung mulai tanggal 15 Juli s.d 31
Desember 2010;
2. Pembayaran honor bulan Juli 2010 terhitung sejak tanggal 15 Juli s.d
tanggal 31 Juli 2010 akan ditransfer BRI Cabang Ps. Minggu ke No.Rek
setiap THL-TBPP Angkatan I pada minggu pertama Agustus 2010;
3. Honor untuk bulan Agustus akan dibayarkan pada minggu pertama
bulan September 2010 dan begitu seterusnya untuk honor pada bulan
berikutnya;
4. Pembayaran BOP dilakukan pada setiap triwulan.

Demikian agar diketahui dan menjadi maklum.

Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan
Pertanian,


Dr.Ir. MEI ROCHJAT DARMAWIREDJA, M.Ed.
NIP. 195605011980031004

Rabu, 28 Juli 2010

Munas THL Dorong Pemerintah Daerah Melaksanakan UU SP3K No.16 Tahun 2006


Munas THL Dorong Pemerintah Daerah Melaksanakan UU SP3K No.16 Tahun 2006

Makassar-- Tenaga Harian Lepas ini yang telah dibentuk oleh pemerintah
pusat kini membentuk salah satu organisasi besar yang berjumlah 24.608 orang sehingga hubungan pada THL ini membentuk suatu organisasi besar berskala nasional.
Organisasi THL terbentuk secara solidaritas yang memiliki harkat dan martabat yang sama dalam melakukan tugas dan fungsinya terhadap masyarakat petani indonesia, dalam menyongsong peningkatan SDM para petani sehingga menciptakan kualitas tani yang cukup baik.
Hal ini dijelaskan Ketua Pelaksana Musyawarah Nasional (MUNAS) Dedy Alfian yang didampingi Alidin, Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Serta Abl.Gafar Koordinator Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Kota Makassar. Saat melakukan PressConf di Warkop Dg.Sija Panakukang, Senin (26/7).
"Perlu diketahui bahwa penyuluh pertanian PNS berjumlah 27.922 orang ditambah Tenaga Harian Lepas(THL) Tenaga Bantu penyuluh pertanian(THL-TBPP) yang berjumlah 24.608 orang sehingga jumlah penyuluh pertaniaan yang ada saat ini sebanyak 52.530 orang," ucapnya. Berdasarkan data Departemen Dalam Negeri (DEPDAGRI),Tahun 2009
terdapat 74.683 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Bila dikaitkan dengan program satu desa satu penyuluh maka Indonesia masih kekurangan 22.153 orang penyuluh pertanian. Dikatakan bahwa dalam Munas yang akan diselenggarakan nantinya berbagai kegiatan yang akan dilakukan dan Munas juga akan dihadiri oleh Menteri Pertanian, Anggota DPR RI, serta para pejabat pada berbagai Provinsi dan daerah Sulsel pada Khususnya dan Pejabat Provinsi di luar Provinsi Sulsel. Ditempat
yang sama Ketua Forum Komunikas Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Dedy Alfian mengakui Kondisi tersebut maka dibutuhkan kesepakatan dari berbagai pihak bahwa Negara memiliki kewajiban meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga pemerintah perlu meningkatkan kapasitas dan kualitas serta menambah
jumlah penyuluh pertanian. Lebih jauh Dedi menerangkan, pada titik inilah THL dan TBPP seluruh Indonesia Melaksanakan MUNAS Yang kedua II di tahun 2010 yang dilaksanakan di Makassar dengan harapan:


1.Terwujudnya organisasi FK THL-TBPP Nasional yang kuat dan mampu menjadi wadah bersama THL-TBPP seluruh Indonesia mencapai tujuan.
2.Memberikan dorongan pemerintah untuk mempercepat terbitnya payung hukum sebagai landasan pengangkatan THL-TBPP menjadi CPNS penyuluh pertanian.
3.Memberikan masukan bagi pemerintah agar pengelolaan tenaga penyuluh pertanian kembali dilakukan secara terpusat agar penyuluh pertanian tidak lagi dialihkan ke sektor lain di luar tugas pokok dan fungsinya seperti yang terjadi selama ini.
4.Mendorong pemerintah agar meningkatkan anggaran penyuluhan pertanian yang dapat di alokasikan dari 20 persen dana pendidikan nasional karena kegiatan penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal.
5.Mendorong pemerintah daerah agar segera membentuk kelembagaan penyuluhan pertanian di daerahnya sesuai amanat Undang-undang No.16
tentang sistem penyuluhan pertanian,perikanan dan kehutanan Tahun 2006. Organisasi THL-TBPP dalam munas ini pihaknya sangat berharap agar dapat menyatukan persepsi pihak-pihak yang terkait baik dari DPR RI,
Kementerian,agar segera mengambil langkah-langkah konkrit bagi
terbitnya peraturan pemerintah sebagai dasar hukum bagi peningkatan
status THL-TBPP menjadi PNS agar proses regenerasi penyuluh pertanian
dapat diwujudkan.
Dalam Munas ini berperan sebagai moderator Ir.Mulyono Machmur,MS Ketua Umum PERHITANI Pusat. "THL-TBPP Sulawesi selatan merupakan perwakilan provinsi sulawesi selatan sebagai perwakilan Indonesia, Munas yang diselenggarakan di Makassar ini adalah Munas yang kedua dan yang pertama diselenggarakan di Jogyakarta,"
tambah Dedy Alfian Ketua Forum Komunikasi THL-TBPP.

Rabu, 14 Juli 2010

Jeruk Bali Madu Begeng, Jadi Ikon Kabupaten Pati


Jeruk bali madu, atau yang lebih dikenal jeruk pamelo, kini menjadi buah andalan masyarakat Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Meski belum mampu untuk ekspor, tetapi buah jeruk tanpa biji ini mulai merambah sualayan-sualayan di beberapa kota besar di Jawa.

Jeruk besar tanpa biji berjuluk Jeruk Bali Madu ini, yang mulai dibudidayakan, terutama di Desa Bageng Kecamatan Gembong ini, sekarang menuai hasilnya. Tidak hanya diperjualbelikan didaerah sendiri, tetapi sudah mulai ekspansi keluar daerah.

Ketua Kluster buah-buahan Kabupaten Pati, yang juga caleg DPRD Pati, dari PPP, H Rusydi Achmadi SPd I yang diwawancara PAS Pati mengatakan, saat ini hasil budi daya warga Desa Bageng, Bremi dan Desa Gembong Kecamatan Gembong, sudah mampu menembus ke supermarket-supermarket di kota-kota besar di Jawa. “Jeruk bali madu kini menjadi ikon Kabupaten Pati, bahkan sudah dikembangkan ke Kecamatan Gunungwungkal, bahkan juga produksinya dibawa ke Kabupaten Kudus. Dan saat ini juga sudah dipatenkan, bahwa jeruk bali madu milik Kabupaten Pati”, jelas H Rusydi Achmadi Spd I.

Ketua Kluster Buah-buahan Kabupaten Pati, H Rusydi Achmadi mengatakan, jeruk bali madu yang sekarang ini mulai berbicara di pentas nasional, selain hasilnya mampu memakmurkan masyarakat pembudidayanya, jeruk ini juga memiliki keunggulan dibandingkan jeruk-jeruk yang lainnya. “Keunggulan jeruk bali madu yang paling khas adalah, setelah jeruk tersebut sudah masak atau tua, biji dalam daging jeruk tersebut hilang dengan sendirinya. Jadi istilahnya, jeruk bali tanpa biji. Demikian pula rasanya lebih manis dan segar, dibanding dengan jeruk-jeruk dari daerah Jawa Timur”, kata caleg PPP untuk dapil Pati I.

Harga perkilo jeruk berlabel bali madu bageng ini, tutur Ketua Kluster Buah-buahan Kabupaten Pati H Rusydi Achmadi SPd I, mencapai Rp. 7ribu. Sedang untuk satu buah jeruk bali madu bageng, rata-rata mampu mencapai berat 4 kilogram

Selasa, 13 Juli 2010

JERUK PAMELO MADU

[Pati, Gembong] – Jeruk bali madu, atau yang lebih dikenal jeruk pamelo, kini menjadi buah andalan masyarakat Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Meski belum mampu untuk ekspor, tetapi buah jeruk tanpa biji ini mulai merambah sualayan-sualayan di beberapa kota besar di Jawa.

Jeruk besar tanpa biji berjuluk Jeruk Bali Madu ini, yang mulai dibudidayakan, terutama di Desa Bageng Kecamatan Gembong ini, sekarang menuai hasilnya. Tidak hanya diperjualbelikan didaerah sendiri, tetapi sudah mulai ekspansi keluar daerah.

Ketua Kluster buah-buahan Kabupaten Pati, yang juga caleg DPRD Pati, dari PPP, H Rusydi Achmadi SPd I yang diwawancara PAS Pati mengatakan, saat ini hasil budi daya warga Desa Bageng, Bremi dan Desa Gembong Kecamatan Gembong, sudah mampu menembus ke supermarket-supermarket di kota-kota besar di Jawa. “Jeruk bali madu kini menjadi ikon Kabupaten Pati, bahkan sudah dikembangkan ke Kecamatan Gunungwungkal, bahkan juga produksinya dibawa ke Kabupaten Kudus. Dan saat ini juga sudah dipatenkan, bahwa jeruk bali madu milik Kabupaten Pati”, jelas H Rusydi Achmadi Spd I.

Ketua Kluster Buah-buahan Kabupaten Pati, H Rusydi Achmadi mengatakan, jeruk bali madu yang sekarang ini mulai berbicara di pentas nasional, selain hasilnya mampu memakmurkan masyarakat pembudidayanya, jeruk ini juga memiliki keunggulan dibandingkan jeruk-jeruk yang lainnya. “Keunggulan jeruk bali madu yang paling khas adalah, setelah jeruk tersebut sudah masak atau tua, biji dalam daging jeruk tersebut hilang dengan sendirinya. Jadi istilahnya, jeruk bali tanpa biji. Demikian pula rasanya lebih manis dan segar, dibanding dengan jeruk-jeruk dari daerah Jawa Timur”, kata caleg PPP untuk dapil Pati I.

Harga perkilo jeruk berlabel bali madu bageng ini, tutur Ketua Kluster Buah-buahan Kabupaten Pati H Rusydi Achmadi SPd I, mencapai Rp. 7ribu. Sedang untuk satu buah jeruk bali madu bageng, rata-rata mampu mencapai berat 4 kilogram

Selasa, 01 Juni 2010

stasiun pati


Mengingatkan masa lalu ketika kereta api masih aktif dikota pati,ini foto kenangan stasiun pati th 1905 dipuri yang sekarang sudah berubah menjadi tempat hiburan kafe dan karaoke juga sebagian untuk tempat tinggal rumah keluarga serta tempat parkir alat2 berat proyek.

Masih jelas teringat...ketika kereta api itu lewat,anak-anak kecil pasti berlarian bersorak-sorak gembira menyapa kereta itu lewat..sangat ceria sekali....masa lalu ketika kereta masih berfungsi dan berjalan melintas kota pati.Sekarang semua tinggal kenangan kereta tidak lagi berfungsi dikota pati,jalan kereta api sudah tidak ada karena perkebangan jaman dan alih fungsi. Kota pati tidak sesepi dulu lagi,Berkembang mengejar lajunya teknologi dan perkembangan jaman.

Pati tidak sesepi dulu lagi,bahkan kota pati seolah olah tidak pernah tidur,siang malam banyak aktifitas yag dilakukan warga kota pati,kaki lima menjamur dilamam hari,tempat hiburan tidak pernah sepi dari pengunjung,pasar sudah aktif lagi dari sore sampai pagi.Mungkin sudah banyak pedagang luar kota melirik kota Pati. Sekarang banyak para sales memanfaatkan kota Pati sebagai tempat transit,menginap dan membuat gudang/distributor barang dagangan.Sangat strategis jika malam menginap dipati gampang dan dekat jika mau melajutkan perjalanan,kekudus,purwodadi,jepara,juwana,rembang,lasem,posisi kota pati ditengah tengah.Pati bukan lagi kota pesiun,kota yang sudah mengeliat dari tidur..terbangun mewujudkan mimpi.