Selasa, 08 September 2009

Empat Pekerjaan Menanti Penyuluh Bantu




Departemen Pertanian tidak lagi menerima tenaga penyuluh bantu pada tahun 2010, melainkan akan fokus menangani Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh (THL TBP) angkatan I sebanyak 7.218 orang. Kepada mereka yang sudah berpengalaman selama tiga tahun menjadi penyuluh bantu diharapkan mau menjadi Penyuluh Swadaya.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI membahas alokasi anggaran Deptan 2010 (2/9) mengatakan karena Deptan tidak lagi merekrut penyuluh bantu, maka sisa honor dan Bantuan Operasional (BOP) THL TBP tahun 2010 akan direlokasi untuk pendidikan dan pelatihan penyuluh swadaya, program Pemuda Membangun Desa (PMD) dan program magang bagi penyuluh bantu.

Kebijakan Departemen Pertanian untuk tidak merekrut penyuluh bantu pada tahun 2010 sepertinya untuk merespon keinginan para penyuluh bantu angkatan I yang direkrut Deptan tahun 2007. Sekitar seribu THL TBP telah mendatangi Kantor Pusat Departemen Pertanian menuntut agar kontrak mereka dapat diperpanjang meski sudah tiga tahun dikontrak.

Selain itu, mereka juga menuntut agar Departemen Pertanian mengupayakan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur regenerasi penyuluh pertanian melalui pengangkatan THL-TBPP menjadi Penyuluh Pertanian PNS.

“Departemen Pertanian berkomitmen melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian untuk mengupayakan perpanjangan kontrak bagi THL-TBPP Angkatan Pertama (Tahun 2007) yang akan berakhir kontraknya pada Bulan November 2009 dan mengupayakan terbitnya Peraturan Pemerintah yang mengatur regenerasi penyuluh pertanian melalui pengangkatan THL-TBPP menjadi Penyuluh Pertanian PNS,” kata Ketua Forum Komunikasi THL-TBPP Nasional Dedy Alfian.

Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian Deptan Dr. Mei Rochjat.D, M.Ed mengatakan mengakui adanya tuntutan untuk menerbitkan PP yang mengatur regenerasi penyuluh pertanian, namun saat ini pihaknya akan fokus pada penanganan THL TBP yang sudah nyata dan jelas.

“Yang sudah jelas bisa kita kerjakan untuk THL adalah pertama mereka bisa bergabung menjadi Pemuda Masuk Desa (PMD),” jelas Mei Rochjat kepada Sinar Tani. Program PMD sudah ada anggarannya di Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Hortikultura, Ditjen Perkebunan dan Ditjen Peternakan serta unit eselon I lainnya untuk tahun 2010. Menurutnya, paling tidak yang bisa ditampung dalam program ini ada sebanyak 1 ribu THL.

Kedua, lanjut Mei Rochjat adalah program magang di luar negeri. Salah satunya di Australia. Departemen Pertanian sudah menjajagi ke Negeri Kanguru itu untuk memastikan pekerjaan apa yang bisa diisi THL.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Beri Komentar