Selasa, 13 Juli 2010

JERUK PAMELO MADU

[Pati, Gembong] – Jeruk bali madu, atau yang lebih dikenal jeruk pamelo, kini menjadi buah andalan masyarakat Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Meski belum mampu untuk ekspor, tetapi buah jeruk tanpa biji ini mulai merambah sualayan-sualayan di beberapa kota besar di Jawa.

Jeruk besar tanpa biji berjuluk Jeruk Bali Madu ini, yang mulai dibudidayakan, terutama di Desa Bageng Kecamatan Gembong ini, sekarang menuai hasilnya. Tidak hanya diperjualbelikan didaerah sendiri, tetapi sudah mulai ekspansi keluar daerah.

Ketua Kluster buah-buahan Kabupaten Pati, yang juga caleg DPRD Pati, dari PPP, H Rusydi Achmadi SPd I yang diwawancara PAS Pati mengatakan, saat ini hasil budi daya warga Desa Bageng, Bremi dan Desa Gembong Kecamatan Gembong, sudah mampu menembus ke supermarket-supermarket di kota-kota besar di Jawa. “Jeruk bali madu kini menjadi ikon Kabupaten Pati, bahkan sudah dikembangkan ke Kecamatan Gunungwungkal, bahkan juga produksinya dibawa ke Kabupaten Kudus. Dan saat ini juga sudah dipatenkan, bahwa jeruk bali madu milik Kabupaten Pati”, jelas H Rusydi Achmadi Spd I.

Ketua Kluster Buah-buahan Kabupaten Pati, H Rusydi Achmadi mengatakan, jeruk bali madu yang sekarang ini mulai berbicara di pentas nasional, selain hasilnya mampu memakmurkan masyarakat pembudidayanya, jeruk ini juga memiliki keunggulan dibandingkan jeruk-jeruk yang lainnya. “Keunggulan jeruk bali madu yang paling khas adalah, setelah jeruk tersebut sudah masak atau tua, biji dalam daging jeruk tersebut hilang dengan sendirinya. Jadi istilahnya, jeruk bali tanpa biji. Demikian pula rasanya lebih manis dan segar, dibanding dengan jeruk-jeruk dari daerah Jawa Timur”, kata caleg PPP untuk dapil Pati I.

Harga perkilo jeruk berlabel bali madu bageng ini, tutur Ketua Kluster Buah-buahan Kabupaten Pati H Rusydi Achmadi SPd I, mencapai Rp. 7ribu. Sedang untuk satu buah jeruk bali madu bageng, rata-rata mampu mencapai berat 4 kilogram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Beri Komentar